Sabtu, 30 September 2023

LAPTOP ASUS TERBAIK


Ada pepatah yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Maka jika kamu bertanya kepada saya, “laptop terbaik menurut kamu apa?”. Jelas saya akan menjawab “ASUS”. Karena bagi saya, laptop ASUS sudah membersamai saya sejak duduk di bangku sekolah hingga sekarang menjadi seorang pendidik di sekolah. Dan itu didampingi oleh ASUS sebagai media belajar dan mengajar saya selama ini. Bahkan menjadi media menjemput rezeki yakni menjadi operator dapodik sekolah.

Memang tidak pernah pakai merk lain? Jujurly, pernah. Tapi .. untuk kepemilikan saya sampai saat ini masih dengan ASUS. Kalau merk lain, paling pakai tapi bukan punya saya. Pinjam punya teman kalau laptop sedang tidak ada di dekat saya. Entah itu karena lagi sakit (trouble) atau tiba-tiba ada tugas dadakan di luar yang memaksa untuk menggunakan laptop.

Apa yang spesial dari ASUS sampai begitu setia dengannya?

Siapa yang tidak tahu merk ASUS, pemegang rekor tertinggi untuk laptop di Indonesia. Bukan sekedar menang nama melainkan ASUS selalu memperoleh prestasi yang menyebabkan namanya dikenal di mana-mana. Karena ketenaran ASUS inilah, ia mudah diperoleh. Diperoleh dalam arti kalau kita mau cari laptop, pasti ada ASUS di sana. Kalau diperoleh dalam arti dimiliki, ya kembali lagi ke rezeki dan minat masing-masing yaa.

Mempertahankan eksistensi bukanlah hal yang mudah.Jadi kalau ASUS mudah diperoleh itu berarti ASUS memiliki kemampuan di atas rata-rata menurut responden, baik dari segi kuantitas utamanya segi kualitas. Yang membuat ia mudah dikenal di masyarakat.



Dan itu alasan utama saya tetap stay menggunakan ASUS. Jadi misalnya, laptop saya lagi sakit, kan lebih mudah ketemu dengan dokternya. Karena kliniknya juga ada. ASUS memiliki lebih dari 70 service center yang tersebar di seluruh Indonesia dan memberikan garansi yang lumayan lama dibanding vendor lainnya, yaitu, 1,5- 2 tahun. Dengan begitu, para penggunanya semakin nyaman dalam menggunakan produk-produknya karena layanan purna jualnya tersebar luas di seluruh Indonesia.




Setia padanya bukan berarti ia sempurna

Meski mudah diperoleh, selalu berprestasi dan serta nyaman diajak kolaborasi dalam bekerja dan berkegiatan apapun yang berhubungan dengan menggunakan laptop, ianya sama dengan kita. Punya kelemahan dan titik lemahnya.

Jika kita punya masa sakit, ia pun sama. Entah itu aplikasinya yang trouble apalagi kalau pakai yang bajakan. Entah itu karena dihinggapi virus. Atau .. Baterainya harus diganti karena sering dipakai dalam keadaan full charge. Dan tombol keyboard yang tidak berfungsi.

Jika kita punya masa hidup, begitupun dengannya. Punya masa pakai. Kalau saya pribadi, ada dua laptop ASUS yang masih bisa digunakan sampai sekarang. Dan yang terlama sejak tahun 2014 sampai sekarang, ASUS X200 CA. Awet kan. Laptop ini tidak sering dipakai seperti dulu karena harus dicharge jika ingin digunakan. Padahal mobilisasi kerja butuh lebih. Jadi untuk di rumah saja pemakaiannya. Kalau ASUS sebelumnya, ASUS 200 MA masa pakainya habis karena sempat opname tapi tidak bisa terselamatkan setelah kecelakaan (jatuh). Jadi ini karena human error bukan dari pabriknya. Sedangkan kerusakan dari pabrik sendiri, saya rasa cukup jarang ditemukan. Ini pasti minim terjadi karena pihak ASUS tentunya telah melakukan pengecekan sesuai standar mereka.


Entah kelebihan atau kekurangan

Seperti halnya kita, ASUS pun beraneka ragam. Saya tidak tahu menurut teman-teman, apakah ini masuk kelebihan atau kekurangan darinya. Di mana ASUS begitu lincah dalam mengikuti perkembangan zaman. Rasanya baru kemarin keluar tipe A, hari ini sudah ada keluar lagi tipe B. Begitu saja terus sampai-sampai saya bingung mau pilih tipe yang mana. Saking banyaknya, sampai saya pengguna ASUS sendiri tidak tahu ada berapa banyak produk yang sudah dirilisnya.

Apa yang berlebihan tidak bagus kan? Nah sama dengan kelebihan ASUS dengan keluarannya yang selalu up date, ada budget sih bagus tapi kalau budget minimalis ya harus banyak syukur dan sabar. Sabar karena hanya bisa lihat-lihat saja dulu. Banyakin syukur karena katanya siapa yang bersyukur, maka akan ditambah nikmatnya. Iya kan .. Siapa tahu ada yang kirim ASUS keluaran terbaru. Aamiin.

 

Laptop ASUS Terbaik Menurut Saya

Semua hal yang Allah takdirkan adalah baik. Semua merk ASUS, insyaAllah semuanya bagus. Yang membedakan adalah dari segi penilaian penggunanya. Butuhnya laptop yang bagaimana. Mau dipakai untuk apa. Saya pribadi, ASUS terbaik adalah apa yang saya gunakan sekarang, ASUS A409J.

Sebagai seorang yang bekerja sebagai operator dapodik sekolah penggunaan laptop dengan spesifikasi ASUS A409J ini sudah sesuai dengan panduan dan juknis yang harus digunakan, yaitu: prosesor Intel Core i3 atau yang setara, memori standar 4GB DDR3, hard drive 120 GB SSD/500 GB HDD, sistem operasi Windows 10, dan aplikasi terpasang peramban web seperti google chrome/mozilla firefox.


Terkait  tugas saya sebagai operator sekolah yang mana kerjanya harus dilakukan online dengan sebuah aplikasi, dengan adanya konektivitas jaringan yang dijangkau oleh ASUS, maka ini memudahkan saya bekerja di mana saja selama ada jaringan internet yang saling terhubung. Karena daya jangkau ASUS sangat kredibel dalam hal menangkap jaringan.

Di sisi lain, adanya lightweight yang dimiliki oleh ASUS A409J sangat memudahkan saya dalam bekerja. Karena keyboardnya yang menyala. Jadi tidak mengurangi efektivitas kerja meski di ruang gelap.

Selain itu, hal yang membuat ASUS A409J patut menjadi pilihan:

 

Ukuran

Ukuran ASUS A409J cukup besar, namun layarnya terasa sangat luas karena menggunakan teknologi NanoEdge Display yang memungkinkan penggunaan bezel tipis pada ke-empat sisinya. Layar 14 inci beresolusi Full HD ini memiliki sudut bidang pandang selebar 178° sehingga layar tetap nyaman dilihat dari sudut mana pun.

 

RAM

ASUS A409J didukung RAM sebesar 4GB DDR4, di mana ini cukup untuk memenuhi kebutuhan saya saat ini. Kalaupun kelak kurang, ASUS menyediakan slot RAM yang bisa diekspansi hingga total RAM mencapai 16GB. Jadi sangat fleksibel.

 

Media Penyimpanan

Urusan media penyimpanan, ASUS A409J menyematkan harddisk berkapasitas 512 GB untuk mendukung kinerjanya. Selain itu, opsi SSD juga bisa dilakukan untuk meningkatkan kecepatan dan kapasitas simpan secara keseluruhan.

 

Windows Asli

Laptop ASUS A409J sudah pre-install dengan Windows 10 asli, alias sudah bundling tanpa harus mengeluarkan budget tambahan. Jadi, dengan Windows 10 asli kita akan dijauhi dari sifat membeli Windows bajakan, which is bajakan merupakan salah satu dari kegiatan mencuri, guys. Naudzubillah. Keuntungan lain dari Windows 10 asli adalah lebih aman dari infeksi malware, minim kemungkinan cacat produk, dan lebih halal karena legal. Jadi tidak ada drama gangguan karena keilegalan windowsnya lagi.

 



Bahkan untuk ASUS dengan tipe yang terbaru, laptop ASUS hadir dengan dilengkapi Windows 11 Home. Ketika pekerjaan menumpuk, laptop ASUS dengan Windows 11 siap membantu Anda menyelesaikannya. Laptop ASUS dengan Windows 11 yang lebih nyaman di mata, memungkinkan Anda mengekspresikan diri dan cara kerja terbaik Anda. Dan tidak hanya Windows 11 asli, tersedia juga genuine Microsoft Office 2021 untuk menunjang aktivitas Anda sepanjang hari. Maka nikmat mana lagi yang harus didustakan.

 

Konektivitas

ASUS A409J terdiri dari beragam port koneksi yang cukup lengkap yakni 2xUSB 2.0, 1 x USB 3.1, 1 x USB 3.1 Type C. Sedangkan port keluarannya tersedia jack audio dan port HDMI untuk penayangan grafis beresolusi tinggi ke media lain seperti proyektor atau monitor kedua. Slot pembaca kartu MicroSD yang memudahkan pemindahan data, baik berupa foto, video maupun musik dari perangkat lain seperti kamera digital.

 

Baterai Tahan Lama

 

ASUS A409J dilengkapi dengan teknologi health charging sehingga dapat menjaga baterai dalam kondisi prima, seperti melindungi baterai dari pengisian daya yang berlebihan. Yang menjadikan masa pakai baterai yang lebih lama serta mengurangi kemungkinan kerusakan akibat pembengkakan baterai.

 

Menarik kan produk ASUS satu ini. Patutkan ya menjadi salah satu yang terbaik. InsyaAllah ada lebih banyak lagi ASUS terbaik menurut versi kita masing-masing.


Jika ingin update informasi terbarunya, bisa kunjungi website resminya di ASUS Indonesia atau di sosial medianya: IG: @asusid.


 



Referensi:

https://www.asus.com/laptops/for-home/everyday-use/asus-x409/

https://www.adventurose.com/2023/08/blog-writing-competition-laptop-asus-terbaik-versi-gue.html

https://www.dapodik.co.id/2019/08/spesifikasi-laptop-komputer-terbaik.html

Infografis & GIF: http://palontjongi.blogspot.com/#

 

Senin, 31 Mei 2021

3.3.a.9. Koneksi Antarmateri - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

3.3.a.9. Koneksi Antarmateri - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid


- Refleksi Filosofi Pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara


       Ki Hadjar Dewantara menekankan bahwa tujuan pendidikan itu ‘menuntun tumbuhnya atau hidupnya kekuatan kodrat anak sehingga dapat memperbaiki lakunya. oleh sebab itu peran seorang coach (pendidik) adalah menuntun segala kekuatan kodrat (potensi) agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan sebagai manusia maupun anggota masyarakat. Dalam proses coaching, murid diberi kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar murid tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif agar kekuatan kodrat anak terpancar dari dirinya.

               Perguruan Taman Siswa memiliki pedoman bagi seorang guru yang disebut Patrap Triloka. Konsep yang sangat populer ini dikembangkan oleh Suwardi Suryaningrat (nama lain Ki Hajar Dewantara), yakni : Ing ngarsa sung tuladha (di depan memberi teladan), Ing madya mangun karsa (di tengah membangun karsa/kemauan/semangat), Tut wuri handayani (dari belakang mendukung). Hal inipun juga tidak lepas dari zaman sekarang ini yang dimana serba modern dan filosofi diatas sangat masih kontekstual untuk diterapkan, meneladani filosofi Pratap Triloka dalam mengambil keputusan merupakan ciri dari seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran.


- Nilai dan Peran Guru Penggerak


        Pada penerapan Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran, Nilai dan Peran Guru Penggerak menjadi sangat penting. Nilai dan peran guru, yang Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif, dan Berpihak pada anak, menjadi dasar yang sangat kuat bagi guru untuk Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang Merdeka Belajar. 

Disetiap pengambilan keputusan berpegang pada prinsip-prinsip yang berpihak kepada murid, seorang pemimpin pembelajaran harus mampu memahami perannya sebagai pendidik, mampu membangun motivasi intrinsik dalam diri maupun bagi murid.


- Visi Guru Penggerak


    Guru dapat mendesain lingkungan belajar yang memungkinkan tumbuhnya murid merdeka yang memiliki kemandirian dan motivasi intrinsik yang tinggi? Maka atas pertanyaan itulah, guru perlu terus berlatih meningkatkan kapasitas dirinya dalam memvisualisasikan harapan, menggandeng sesama dan mentransformasikannya menjadi harapan bersama. Dari sana, baru kemudian dilanjutkan dengan segala upaya gotong-royong yang diperlukan demi pencapaian harapan bersama tersebut. Harapan kita adalah visi kita. Visi kita sekarang adalah masa depan murid kita. Masa depan murid kita adalah masa depan bangsa kita, Indonesia.


- Budaya Positif


        Pendidikan dalam masa pandemi masih memunculkan banyak masalah karena fasilitas yang kurang memadai. Disini saya akan memunculkan budaya positif. Untuk menjadikan kebiasaan positif di kelas menjadi sebuah budaya sekolah dan visi sekolah tentunya dibutuhkan pemikiran dan kesepakatan bersama yang digali dari ide yang dicapai bersama yang dituangkan berdasarkan mimpi-mimpinya, nilai-nilai yang diyakini oleh warga sekolah, dan impian normatif kolektif warga sekolah. Masing-masing guru dapat menyampaikan praktik baik yang sudah dilakukan di kelasnya masing-masing untuk kemudian sekiranya baik dapat diadopsi dan diadaptasi menjadi praktik baik sekolah. Dari hal tersebut kita dapat menggali nilai-nilai budaya positif dan kebiasaan positif apa yang menjadi budaya positif sekolah untuk kemudian dituangkan secara tertulis menjadi visi sekolah.


- Pembelajaran Berdeferensiasi


    Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan:


1. Bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya.


2. Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga muridnya.


3. Penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru tersebut menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan, atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar yang ditetapkan.


4. Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya. Bagaimana ia akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut. Misalnya, apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan serta penilaian yang berbeda.


5. Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan prosedur, rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas. Namun juga struktur yang jelas, sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang berbeda, kelas tetap dapat berjalan secara efektif.


- Pembelajaran Sosial dan Emosional


        Memiliki kecerdasan intelektual tidak cukup menjadikan seseorang akan menjadi sukses, karena disaat kita tidak memiliki sosial-emosional yang baik maka kita tidak dapat melakukan interaksi yang baik pula dengan orang lain. Demikian sebaliknya disaat sosial emosional baik maka kita akan dapat mengatur segala macam emosi (sedih, gembira, haru, tawa, simpati, empati) yang keluar di waktu yang tepat. Maka dengan demikian Kesuksesan tidak hanya di dapatkan dari pendidikan yang tinggi atau nilai akademik yang tinggi. Namun Kesuksesan bisa di dapat dari rasa sosial-emosional yang baik sehingga dengan demikian ia akan bermanfaat bagi orang-orang yang ada disekitarnya.


      Pembelajaran sosial emosional adalah proses pembelajaran yang dimulai dengan pembentukan kesadaran dan kontrol diri serta kemampuan dalam berkomunikasi. Hal ini penting diberikan kepada anak didik agar mereka mampu bertahan  dan sekaligus dapat mengatasi setiap permasalahan sosial emosional yang dialaminya. Pembelajaran ini dapat dilakukan dengan cara latihan berkesadaran penuh (mindfulness). Salah satu latihan diri yang dapat digunakan adalah dengan teknik STOP, yaitu: S: Stop (berhenti sejenak), T: Take a deep break (Menarik nafas dalam), O: Observe (Mengamati apa yang terjadi pada tubuh, pikiran dan perasaan). P: Proceed (Lanjutkan).


    Dalam menumbuhkan dan mengembangkan pembelajaran sosial emosional tersebut, ada 5 kompetensi dasar yang dapat dikembangkan yaitu: 1. Kesadaran diri; 2. Pengelolaan diri; 3. Kesadaran sosial (Empati); 4. Keterampilan sosial (Resiliensi) dan 5. Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.


- Coaching


      Coaching adalah salah satu praktik pembelajaran yang berpihak kepada murid, couching itu adalah sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi dari coachee. (Grant, 1999).


  Couching dapat melejitkan potensi yag dimiliki seseorang untuk memaksimalkan kinerjanya, diri dan kemampuan serta potensi yang dimilikinya. Coaching lebih kepada membantu seseorang untuk belajar daripada mengajarinya, segala solusi dan keputusannya diberikan kepada coachee mana yang menjadi pilihannya, peran coach hanya membantu dan mengarahkan saja.


4 kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang coach, yaitu:


  1. Keterampilan Membangun proses coaching (terkait dengan Penerapan KSE)
  2. Keterampilan membangun hubungan baik (terkait dengan nilai dan peran Guru penggerak)
  3. Keterampilan berkomunikasi (terkait dengan filosofi dan pembelajaran berdiferensiasi)
  4. Keterampilan memfasilitasi proses pembelajaran (terkait dengan proses Inquiry apresiatif dan BAGJA)

TIRTA : satu model coaching untuk konteks pendidikan.


     Model TIRTA dikembangkan dengan semangat merdeka belajar yang menuntut guru untuk memiliki keterampilan coaching. Hal ini penting mengingat tujuan coaching yaitu untuk melejitkan potensi murid agar menjadi lebih merdeka. Melalui model TIRTA, guru diharapkan dapat melakukan praktik coaching di komunitas sekolah dengan mudah.

TIRTA kepanjangan dari T: Tujuan I: Identifikasi R: Rencana aksi TA: Tanggung jawab


       Dengan menjalankan metode TIRTA ini, harapannya seorang guru dapat semakin mudah dapat menjalankan perannya sebagai coach dan Praktik coaching sebagai salah satu praktik baik menjadi Budaya positif yang melekat sebagai dedikasi bagi guru yang bisa dilakukan secara menyeluruh pada ekosistem sekolah demi mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang Merdeka Belajar.


     Teknik coaching sejatinya merupakan teknik komunikasi asertif untuk mengali potensi dan memaksimalkannya yang dimana hal tersebut penting dilakukan  dan diterapkan sebelum pengambilan keputusan, terutama dalam tahap pengujian serta 9 langkah pengambilan keputusan.


- Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran


        Banyak hal dalam hidup ini yang harus dipikirkan dengan bijaksana terutama berkaitan dengan pengambilan suatu keputusan. Sering kali bertindak terlebih dahulu tanpa memikirkan apakah itu keputusan yang tepat untuk diambil atau tidak. Ataukah keputusan yang akan diambil dapat melukai hati orang lain yang membuat suasana tidak nyaman dalam suasana kerja yang sifatnya adalah kerja team. Akan tetapi dalam mengambil keputusan dengan dalil demi "menyehatkan" diri dan bathin sendiri tanpa memikirkan pendapat dan perasaan orang lain, yang akhirnya memunculkan dilema dalam diri apakah keputusan itu saya lakukan demi kebaikan orang banyak.


       Ketika kita menghadapi sebuah dilema akan ada nilai-nilai kebajikan yang mendasari yang bertentangan dan harus menjadi pilihan, karena nilai dan prinsip sangat berkaitan erat dan merupakan unsur yang tidak terpisahkan dari prilaku manusia disadari maupun tidak kedua hal inilah yang mendasari seseorang dalam mengambil keputusan.


      Seorang pemimpin pembelajaran tentunya diharapkan mampu mengambil keputusan yang dapat membawa dampak positif pada terciptanya lingkungan yang kondusif, aman dan nyaman bagi murid sehingga mampu membuat sebuah perubahan yang lebih baik yang dapat mempengaruhi kehidupan di lingkungan sosial di sekitarnya serta dapat menciptakan suasana pembelajaran yang berpusat pada murid agar kedepannya murid dapat merasakan kemerdekaan belajar yang sebenarnya.


       Adapun kesulitan-kesulitan yang terjadi dapat diatasi dengan menerapkan 4 Paradigma, 3 Prinsip pengambilan keputusan dan 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan itu sendiri. Dengan melibatkan kepala sekolah, rekan guru bahkan warga sekolah demi mendapatkan keputusan yang sesuai dengan kebutuhan murid. Pengambilan keputusan yang tepat akan sangat berdampak pada murid, yang dimana peningkatan disiplin dan cara belajar murid dapat dengan instan meningkatkan kualitas mutu sekolah.


    Seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya karena seorang pemimpin pembelajaran terutama dalam bidang pendidikan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungannya, guru bisa mengarahkan potensi yang ada pada murid sesuai kodrat alam dan kodrat zamannya, keputusan yang diambil tentunya adalah keputusan terbaik dan efektif bagi orang lain maupun bagi dirinya sendiri.


- Pemimpin Dalam Pengelolahan Sumber Daya


        Mengelola sumber daya merupakan hal yang sangat penting dilakukan dalam suatu komunitas salah satunya adalah di lingkungan sekolah, optimalnya adalah suatu lembaga pendidikan atau sekolah memiliki sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai suatu tujuan visi dan misi yang sudah direncanakan, pentingnya mengelola sumber daya adalah untuk memberdayakan sumber daya baik sumber daya manusia maupun sumber daya lingkungan apa bila hal ini tidak di kelola dengan baik maka akan membawa dampak yang kurang baik, bisa menjadikan suatu komunitas mati suri atau diam di tempat bahkan tidak mampu bersaing di dalam dunia pendidikan, mengelola sumber daya adalah tanggung jawab bersama dari semua anggota komunitas yang ada sehingga bersama sama mencapai hasil yang maksimal, dengan demikian maka suatu komunitas atau sekolah harus mampu mengoptimalkan sumber daya secara maksimal. Salah satu contoh komunitas adalah sekolah, dalam proses pelaksanaan pembelajaran dibutuhkan seorang pemimpin.


- Pengelolaan Program Yang Berdampak Pada Murid


• Hal-hal menarik yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan bagaimana benang merah yang bisa Anda tarik dari keterkaitan antarmateri yang diberikan dalam modul 3.3?

Jawaban :

            Setiap sekolah memiliki kekuatan/aset yang dapat memberikan kontribusi pada keberhasilan dalam sebuah program sekolah yang berdampak pada murid. Program Sekolah adalah program pendidikan yang diterapkan khusus untuk sekolah  sesuai dengan tujuan yang diinginkan sekolah yang disesuaikan dengan aset/kekuatan yang dimilki atau yang ada disekolah dan program yang disusun merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan tidak hanya satu kali tetapi berkesinambungan oleh karena itu program sekolah harus dikelola dengan baik. 


        Adapun hal baik dari modul pengelolaan program yang berdampak pada murid yakni calon guru penggerak mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk program yang berdampak pada murid, mampu mengidentifikasi tahapan membuat program, mampu memahami proses perencanaan program sampai pelaporan program dengan menggunakan strategi Monitoring, Evaluasi, Learning dan Reporting (MELR) dan mampu mengidentifikasi manajemen risiko dari sebuah program.


• Apakah kaitan antara pemetaan sumber daya dengan perencanaan program sekolah yang berdampak pada murid? 

Jawaban :

        Program sekolah yang berdampak pada murid yakni program yang berfokus pada pengembangan potensi, bakat dan minat belajar murid dan di sertai budaya positif yang membuat setiap murid merasa berbahagia belajar di sekolah dan kaitannya dengan pemetaan sumber daya sangatlah erat dimana untuk saat ini sekolah telah menanfaatkan beberapa modal berbasis aset dan kekuatan, salah satunya modal lingkungan/alam, murid belajar di alam dengan memanfaatkan lingkungan sekolah yang luas dan asri hal ini sangat signifikan dengan program yang berdampak pada murid.


• Adakah materi dalam modul lain/paket modul lain yang berhubungan dengan materi dalam modul 3.3. ini? Jabarkanlah jika ada. 

Jawaban :

            Perencanaan merupakan langkah awal yang harus ditempuh sebelum melaksanakan suatu kegiatan program, agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan harapan yang diinginkan. Namun perlu adanya kerjasama oleh semua pihak, dan upaya yang konsisten dan berkesinambungan. Dalam merancang sebuah program sekolah yang berdampak pada murid dapat dilakukan melalui tahapan BAGJA yang menggunakan paradigma inkuiri apresiatif, yaitu pendekatan kolaboratif dalam melakukan perubahan yang berbasis kekuatan.


- Kaitan Dengan Modul Filosofi Ki Hajar Dewantara, (Program sekolah yang berdampak pada murid dapat mendukung merdeka belajar dan menuntun murid agar kodrat alam atau potensinya dapat berkembang secara optimal)

- Kaitan Dengan Modul Inkuiri apresiatif, (Program sekolah yang berdampak pada murid dapat dilakukan dengan pendekatan inkuiri apresiatif melalui langkah BAGJA (melihat kekuatan sekolah lalu dikembangkan agar memiliki ciri khas) yaitu pendekatan kolaboratif dalam melakukan perubahan yang berbasis kekuatan)

- Kaitan dengan modul pengelolaan aset sekolah, (Program sekolah yang berdampak pada murid  bisa dilakukan dan berjalan dengan baik yaitu dengan mengoptimalkan serta memberdayakan aset sekolah agar lebih berdaya guna)


Bagaimana kaitan dari semua materi tersebut dengan peran Anda sebagai guru penggerak?

Jawaban :

            Kaitan dari semua materi dengan peran sebagai guru penggerak yakni untuk mewujudkan merdeka belajar dan menuntun murid dalam mengoptimalkan kodrat (potensinya). Karena itu guru penggerak harus mampu memetakan aset sekolah, mengelola aset tersebut dan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki sekolah (inkuiri apresiatif) dalam merancang program yang berdampak pada murid dengan tetap mengacu kepada tahapan BAGJA dan tahapan-tahapan yang lainnya.


        Kesimpulan akhir yang dapat saya tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya adalah untuk mewujudkan transformasi pendidikan harus dimulai dari diri sendiri, bagaimana cara kita dalam mengambil suatu keputusan yang tepat dan efektif bagi banyak orang yang tentunya keputusan tersebut memberikan dampak positif baik untuk murid kita, rekan guru maupun lingkungan kita serta pengambilan keputusan hendaknya tetap memperhatikan nilai-nilai kebajikan dan tidak bertentangan terhadap paradigma, prinsip maupun langkah-langkah pengambilan keputusan dengan tetap mengedepankan pengelolaan program yang berdampak pada murid.


Jumat, 30 April 2021

3.2.a.9. Koneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

 

  • Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran  dalam Pengelolaan Sumber Daya’ dan bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah.  

Jawaban :

A.  Pemimpin pembelajaran adalah seseorang yang menekankan pada komponen-komponen yang terkait erat dengan pembelajaran, meliputi kurikulum, proses belajar mengajar, penilaian, pengembangan guru, layanan prima dalam pembelajaran, dan pembangunan komunitas belajar di sekolah. Pemimpin pembelajaran tersebut adalah guru. Dalam setiap aspek di dalam ekosistem yang disebut sekolah guru diharuskan bisa melakukan pengelolaan sumber daya yang terdapat di sekolah tersebut. Keberhasilan guru dalam mengelola sumber daya di sekolahnya tentu tidak terlepas dari penggunaan pendekatan berbasis aset (Asset-Based Thinking) adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer, seorang ahli psikologi yang menekuni kekuatan berpikir positif untuk pengembangan diri. Pendekatan ini merupakan cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan, dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif.

   Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) muncul sebagai kritik terhadap pendekatan konvensional atau tradisional yang menekankan pada masalah, kebutuhan, dan kekurangan yang ada pada suatu komunitas. Pendekatan tradisional tersebut menempatkan komunitas sebagai penerima bantuan, dengan demikian dapat menyebabkan anggota komunitas menjadi tidak berdaya, pasif, dan selalu merasa bergantung dengan pihak lain. Dalam mengatasi tantangan pada pendekatan tradisional yang digunakan untuk mengatasi permasalahan perdesaan, di mana penyedia jasa dan lembaga donor lebih menekankan pada kebutuhan dan kekurangan yang terdapat pada komunitas, Kretzmann dan Mcknight menunjukkan bahwa aset yang dimiliki oleh komunitas adalah kunci dari usaha perbaikan kehidupan pada komunitas. Menurut Green dan Haines (2002) dalam Asset building and community development, ada 7 aset utama atau di dalam buku ini disebut sebagai modal utama, yaitu: modal manusia, modal social, modal fisik, modal lingkungan/alam, modal finansial, modal politik, serta modal agama dan budaya.

B.  Hal pertama yang saya lakukan adalah memahami terlebih dahulu bagaimana menjadi pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya termasuk memahami bagaimana melakukan pendekatan berbasis asset dan memetakan kekuatan sekolah berdasarkan 7 modal. Langkah berikutnya adalah mengkomunikasikan apa yang telah saya pelajari terkait materi ini di forum rapat dengan terlebih dahulu saya mengkomunikasikan dengan kepala sekolah tentang materi ini. Kemudian melakukan pemetaan kekuatan sekolah berdasarkan 7 modal: modal manusia, modal social, modal fisik, modal lingkungan/alam, modal finansial, modal politik, serta modal agama dan budaya. Selanjutnya, mengelola sumber daya yang telah dipetakan tersebut dan memanfaatkan dalam skala kecil terlebih dahulu yaitu pembelajaran di kelas kemudian memanfaatkan dalam melakukan perencanaan kegiatan di sekolah. Langkah berikutnya adalah berkolaborasi dengan rekan guru untuk meminta masukan dan umpan balik terkait pemetaan berbasis asset yang sudah saya lakukan.

  • Jelaskan dan berikan contoh bagaimana hubungannya pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas.

Jawaban :

Melalui adanya kolaborasi dengan rekan guru ketika meminta umpan balik terkait pemetaan berbasis asset tersebut maka akan membentuk sebuah teamwork. Hal ini memiliki hubungan erat, dengan adanya pengelolaan sumber daya yang baik maka akan mendukung pembelajaran yang bervariasi yang sesuai dengan kebutuhan murid di mana murid akan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan dan ini merupakan satu proses yang akan membuat pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas.

  • Berikan beberapa contoh bagaimana materi ini juga berhubungan dengan materi lain yang Anda dapatkan sebelumnya selama mengikuti proses Pelatihan Guru Penggerak.

Jawaban :

Sebagaimana pada sintesis materi sebelumnya, pembelajaran setiap modul di pendidikan guru penggerak ini saling berkaitan dan berkesinambungan. Contoh pada pembelajaran modul pemimpin pengelolaan sumber daya ini yaitu ketika guru akan menentukan akan menggunakan sumber daya mana yang akan digunakan dalam pembelajaran maka guru telah mempertimbangkan bahwa sumber daya pembelajaran harus sesuai dengan pembelajaran yang berpihak pada murid berdasarkan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara, memasukkan unsur budaya positif pada pengelolaan sumber daya dan memposisikan diri guru sebagai pemimpin pembelajaran.

  • Ceritakan pula bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti pelatihan terkait modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah Anda mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini.

Jawaban :

Sebelum :

Sebelum mempelajari modul ini saya lebih banyak menggunakan pendekatan

berbasis masalah ketika menghadapi sebuah kesulitan itu berarti saya masih belum memahami bagaimana menjadi pemimpin dalam pengelolaan sumber daya dan manajemen sekolah.

Sesudah :

Materi pada modul 3.2 ini saya mampu memahami bagaimana menggunakan pendekatan berbasis asset dan memetakan kekuatan sekolah berdasarkan 7 modal sehingga jika dibandingkan sebelumnya, saya lebih memahami bagaimana menjadi pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya.