Jumat, 25 Februari 2011

JANGAN MENANGIS

Aku tidak boleh menangis untuk dunia yang bukan untukku. Tapi aku harus menangis untuk dunia yang telah aku lewati. Di sana banyak dosa yang belum aku mohonkan ampunan. Yang sudah pun, entah sudahkah Allah mengampuni.

Tidak ada yang tahu tentang diterimanya amalan, maka perbanyak istighfar adalah pegangan. Bolehkah aku meminta, tolong lisanmu basah tentang-Nya?

MENSUCIKAN HATI

Ku lihat di matamu ada kejenuhan

Yang bersembunyi di balik senyuman

Syukurlah engkau memilih mengolah raga

Berpacu dengan waktu

Setidaknya otakmu tidak melulu

Sekedar mengangan

Tentang apa yang ingin kau raih

Di balik lelah yang tak habis untuk kau syukuri

Hidup ini adalah pilihan

Tapi takdir tak pernah mengkhianati ikhtiar

Bisakah sejenak kau lupakan tentang masa depan yang belum tentu hadirnya

Menjalani lelahmu dengan penuh syukur

Tanpa kau sibuk mencari belahan hatimu yang sungguh kau rindu

Selami rindumu saja pada Sang Pemilik Dunia

Kelak kau akan paham di mana letak penantian sejati

Yang pasti dari masa depan adalah kematian

Bukankah sibuk untuk akhirat lebih perlu

Untuk menjadi tujuan dari olah jiwa dan raga

Sekiranya kau paham maksudku

Bergegaslah memperbaiki diri

Menyucikan hati

Semoga dalam ikhtiarmu memperbaiki diri

Pun kan kau temukan dia yang disiapkan

Tuk mengimamimu

Semoga ...

Rabu, 23 Februari 2011

JADILAH POSITIF, JANGAN NEGATIF

Berkomentar selalu terlihat lebih baik daripada yang menjalani. Padahal ukuran kepahaman adalah tentang siapa yang ditakdirkan menjalani. Bukan siapa yang melihat. Bukan siapa yang mendengar. Bukan sekedar berkomentar. Maka jika ingin tahu bagaimana suatu ilmu, jangan sekedar melihat sampul bukunya. Tapi baca dan pelajari isinya.

Jangan sekedar mendengar siapa yang telah menjalani, tapi ikutlah menjalani. Agar paham bagaimana prosesnya. Agar paham baik buruknya.

Jadilah pembelajar bukan pembully. Jadilah positif bukan negatif. Karena hidup penuh pertanggung jawaban. Dan manusia yang banyak salahnya adalah yang banyak bicara. Maka berkata baik atau diam. Jauhi prasangka. Karena prasangka tidaklah melahirkan banyak kebaikan.